Sabtu, 04 Juli 2015

MANFAAT-MANFAAT PUASA DILIHAT DARI SEGI AGAMA, KESEHATAN, DAN SOSIAL



MANFAAT-MANFAAT PUASA DILIHAT DARI SEGI AGAMA,
KESEHATAN, DAN SOSIAL
A.           Apa itu puasa ?
Secara umum puasa adalah menahan dan menjauhi aktivitas makan dan minum serta bersetubuh dengan istrinya dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Ditinjau dari segi penjadwalan waktu dalam menjalankan ibadah puasa, sebenarnya tidak ada perbedaan yang mendasar. Namun, hanya terjadi perubahan jadwal, yaitu dari kebiasaan makan tiga kali sehari menjadi dua kali sehari, yaitu saat sahur dan saat berbuka puasa. Lama berpuasa, yaitu sekitar 13-14 jam juga tidak berpengaruh negatif terhadap kondisi kesehatan, justru sebaliknya puasa terbukti sangat bermanfaat.
Mengenai kekhawatiran akan berkurang pasokan energi berupa lemak yang disimpan di berbagai bagian tubuh atau cadangan berupa glikogen (diubah dari karbohidrat di dalam hati). Cadangan glikogen dapat bertahan 24-48 jam. Jika terjadi kekurangan energi, cadangan tersebut akan langsung diubah menjadi energi untuk menutup kekurangan yang terjadi. Jika masih juga ada kekurangan, cadangan lemak pun akan diubah menjadi energi.
Dalam penelitian terhadap manfaat puasa bagi kesehatan, ditemukan bahwa puasa bermanfaat bagi kesehatan hanya dilakukan dengan semangat puasa yang utuh. Sebaiknya, puasa dilakukan dengan penuh keimanan dan kesungguhan. Di sinilah letak perbedaan menjalankan puasa dengan berdiet. Orang yang berdiet dengan puasa hanya mendapatkan keuntungan dimensi fisiknya. Itu pun tidak secara optimal. Semangat puasa yang utuh ditandai dengan pelaksanaan puasa secara ikhlas serta pengendalian makan-minum dengan baik. Puasa tanpa pengendalian makan-minum saat berbuka, ternyata, tidak memperbaiki indikator-indakator kesehatan.
B.            Manfaat puasa dilihat dari segi agama, kesehatan, dan sosial.
Prinsip “menahan diri” atau “pengendalian diri” dalam menjalankan ibadah  puasa berpengaruh positif terhadap kesehatan secara menyeluruh. Dari segi agama, kesehatan, maupun sosial menjalankan ibadah puasa juga memiliki manfaat luar biasa. Berikut ini manfaat puasa dilihat dari segi rohani, jasmani, dan sosial yang akan dijelaskan sebagai berikut:
Ø   Ditinjau dari segi jasmaniah
Secara fisik, manfaat bagi kesehatan sangatlah nyata. Manfaat yang menonjol, yaitu detoksifikasi atau pembebasan tubuh dari racun berbahaya serta revitalisasi organ-organ utama, seperti hati, kelenjar pencernaan, dan ginjal. Revitalisasi ditandai dengan adanya peningkatan kinerja organ-organ tersebut. Jika ada di antara kita yang menderita sakit ginjal, pencernaan, dan hati, terapi puasa bisa dipertimbangkan dibawah saran dan pengawasan dokter.
Karena manfaat puasa yang demikian besar, mencegah dan mengobati efek intervensi radikal bebas serta mengatasi penyakit akibat overnutrition dapat dilakukan dengan berpuasa. Puasa juga sangat baik dipakai sebagai terapi penyakit jantung, ginjal, kanker, hipertiroid, perlemakan hati, hepatitis kronis, tekanan darah tinggi, obesitas, kencing manis, prostat, kelebihan kolesterol. Jika anda penderita salah satu penyakit tersebut, lakukanlah puasa dengan pengawasan dokter.
Detoksifikasi pada puasa sudah terbukti, bahwa kotoran (feses) dan air seni orang yang berpuasa ditemukan racun organopsphat (bahan racun yang terdapat pada sebagian besar obat nyamauk semprot). Organopsphat yang terhirup oleh kita masuk kedalam tubuh disimpan dalam sel-sel adipose (lemak) dalam tubuh dan mengalami pembongkaran dengan cepat pada saat orang berpuasa. Kemudian, dibuang melalui urine dan feses.[1]
Di dalam buku lain juga dijelaskan manfaat puasa dilihat dari segi kesehatan yang akan diricikan sebagai berikut:
1)             Membebaskan tubuh dari racun-racun berbahaya
Lever bertugas mengubah lemak menjadi keton, senyawa metabolik asam asetoasetikm dan asam betahidroksibutirik. Kemudian, keton didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Ketika penghancuran deposit lemak terjadi, asam lemak bebas dilepaskan kedalam aliran darah dan digunakan sebagai energi. Semakin sedikit sedikit seseorang makan, semakin banyak tubuh mengubah simpanan lemak. Dengan demikian, semakin banyak asam lemak dibebaskan maka semakin banyak bahan kimia berbahaya yang dilepaskan dan dibuang. Hal ini terjadi karena zat-zat beracun, pada umumnya, diikat dalam deposit lemak.
2)             Mengurangi risiko stroke
Puasa dapat memperbaiki kolesterol darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam bentuk aterosklerosis pengapuran atau pengarasan pembuluh darah. Jika terjadi di otak, akan menyebabkan serangan jantung. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa puasa dapat meningkatkan kolesterol darah HDL(kolesterol yang baik) sebanyak 25 poin dan menurunkan lemak trigliserida sekitar 20 poin. Lemak trigliserida merupakan bahan pembentuk kolesterol LDL yang merusak kesehatan.
3)             Mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe-2
pengurangan konsumsi kalori secara fisilogis akan mengurangi sekresi hormon insulin dan menurunkan kadar gula darah yang baik akan mencegah penyakit diaebetes tipe-2 yang disebabkan menurunnya potensi hormon insulin dalam mengontrol gula darah.
4)             Menghasilkan sel, organ, dan jaringan yang lebih sehat efesiensi dalam pembentukan protein pada orang berpuasa menghasilkan sel, organ, dan jaringan yang lebih sehat. Itulah sebabnya hewan berhenti makan ketika mereka terluka dan manusia sering kehilangan rasa lapar ketika sakit. Pada saat seseorang mengalami sakit, secara sadar, ia hendak mengalihkan seluruh energinya dari sistem pencernaan dan memusatkannya ke sistem kekebalan. [2]
5)             Mencegah gout arthritis (radang sendi)
Umumnya, radang sendi terjadi akibat kelebihan asam urat yang disebabkan terlalu sering mengunsumsi daging. Tubuh tidak mampu mengurai seluruh jenis protein dalam daging. Oleh karena itu, tubuh akan kelebihan purine yang menumpuk, terutama pada sendi-sendi besar, khususnya pada persendian jari-jari kaki. Terkadang, kadar asam urat yang tinggi dalam darah akan masuk dan mengendap di dalm ginjal. Akhirnya, mengkristal dan menjadi batu ginjal maupun batu di saluran kencing.[3]
6)             Memberi kesempatan istirahat kepada organ-organ pencernaan serta sistem enzim dan hormon. Dengan berpuasa, organ-organ tersebut selain bisa istirahat, juga diberi kesempatan memperbaiki kerusakan yang terjadi. Jika tidak, organ-organ tersebut senantiasa bekerja sepanjang waktu.
7)             Mengurangi beban kerja ginjal dan hati (liver) sehingga organ-organ tersebut dapat bekerja lebih baik lagi.
8)             Membebaskan tubuh dari sisa-sisa makanan pembentuk radikal bebas. Radikal bebas dapat terjadi karena penumpukan racun, kotoran, maupun sampah-sampah berbahaya. Dengan demikian, berpuasa memberikan dampak menurunkan risiko kanker, mag, sembelit, menghindari penuaan dini, dan kulit menjadi lebih sehat.
9)             Mengurangi atau menghentikan aktivitas mikroorganisme jahat. Dengan berpuasa, pasokan makanan terhenti sehingga mikroorganisme jahat tidak dapat hidup, termasuk kuman penyakit dan bakteri jahat lainnya.
10)         Meningkatkan daya tahan tubuh. Berdasarkan hasil penelitian, puasa dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang berdampak pada meningkatnya daya tahan tubuh.
11)         Meningkatkan daya serap makanan. Dengan berpuasa, terjadi efensi daya serap makanan. Hal itu disebabkan karena organ percernaan cukup istirahat dan beban mencerna lebih sedikit. Peningkatkannya cukup signitikan, dari 35% saat tidak berpuasa menjadi 85% saat berpuasa.
12)         Membuat kulit lebih sehat dari seri. Setiap saat tubuh mengalami metabolisme energi. Sisanya akan diubah dalam bentuk glokogen yang ditimbun dalam berbagai organ tubuh, seperti hati dan kulit. Saat berpuasa, cadangan energi yang disimpan di dalam kulit akan dikeluarkan dan terjadi proses regenerasi dan peremajaan sel-sel kulit. Tidak mengherankan jika orang yang sering berpuasa kulitnya segar dan lembut.[4]
Ø   Ditinjau dari segi ruhaniah
Tinjauan dari segi ruhaniah, pada dasarnya berawal dari upaya “pengendalian diri” dan kepedulian pada lingkungan. Hal itu terungkap dalam perilaku sebagai berikkut.
1)       Melatih kesabaran, ketenagan, dan merendam amarah,
2)      Menghilangkan rasa dengki, fitnah, takabur, dan buruk sangka.
3)      Melatih menghadapi ujian dan cobaan seberat apa pun.
4)      Melatih mengendalikan diri terhadap hawa nafsu bihari yang negatif dan meningkatkan kedisiplinan, melatih mengendalikan diri terhadap hawa nafsu bihari yang negatif dan meningkatkan kediplinan, melatih mengekang nafsu terhadap makanan yang berlebihan, menghamburkan uang, serta mengekang ambisi yang berlebihan dan mengunjing orang lain.
5)      Meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. Sehingga dapat mengatasi stres, frustasi, dan depresi.[5]
6)      Mengajarkan kepada orang yang berpuasa untuk mensyukuri nikmat Allah Swt. Nikmat yang melimpah biasanya menghilangkan kepekaan manusia arti nikmat tersebut dan tidak menyadari besarnya nikmat itu, kecuali ketika nikmat itu hilang.
Seseorang baru merasakan nikmat kenyang dan hilangnya dahaga ketika sedang lapar atau haus. Jika dia merasa kenyang setelah lapar, hilang dahaganya setelah haus, akan keluar relung hatinya ungkapan alhamdulillah, tanda syukur kepada Allah Swt.
Ø   Ditinjau dari segi sosial
Selain itu, puasa juga memiliki hikmah sosial, khususnnya puasa ramadhan. Puasa dengan memaksa menahan lapar kepada seluruh manusia, termasuk orang kaya sekalipn sebagai nilai keseteraan dalam penderitaan, dan menumbuhkan dalam jiwa-jiwa orang kaya rasa prihatin akan nasib kaum fakir dan miskin. Atau, sebagaimana dinyatakan Ibn Al-Qayyim, “untuk mengingatkan akan kondisi laparnya orang-orang miskin. :Ibn Hammam berkata, “sesungguhnya yang berpuasa ketika diuji rasa lapar pada sebagian waktu, dia akan mengingat orang yang lapar sepanjang masanya, maka dengan cepat tergerak hatinya untuk menyayangi mereka.
Dalam proses pendidikan yang berlangsung selama sebulan ini, setiap orang dilatih untuk memiliki rasa kasih sayang, menjunjung tinggi persamaan dan kepekaan sosial, baik antarpribadi maupun antargolongan. Sebagaimana diriwayatkan dalam beberapa hadis tentang penamaan blan ramadhan sebagai bulan solidaritas.[6]

BUKU RUJUKAN
Emma Pandi Wirakusumah, sehat cara Al-Qur’an dan hadis, PT Mizan Publika: Jakarta Selatan. 2010.
Mohammad Ali Toha Assegaf, Buku pintar sehat islami, Mizania: Bandung, 2011.
Mohammad Ali Toha Assegaf, 365 tips sehat ala rasulullah, PT Mizan Publika: Jakarta Selatan. 2013.
Yusuf Qardawi, tirulah puasa nabi !, PT Mizan Pustaka: Bandung. 2010.



[1] Mohammad Ali Toha Assegaf, 365 tips sehat ala rasulullah, (PT Mizan Publika: Jakarta Selatan, 2013) cet.1 Hal.112-113
[2] Mohammad Ali Toha Assegaf, Buku pintar sehat islami, (Mizania: Bandung, 2011) cet.1 hal.228-231
[3]Ibid. Hal. 231
[4]Emma Pandi Wirakusumah, sehat cara Al-Qur’an dan hadis, (PT Mizan Publika: Jakarta Selatan, 2010) cet.1 Hal.201-202
[5] Ibid hal.202
[6] Yusuf Qardawi, tirulah puasa nabi !, (PT Mizan Pustaka: Bandung, 2010) cet. 1 Hal.26-27

Manfaat bekam (hijamah) dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam berbekam

Manfaat bekam (hijamah) dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam berbekam
Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan cara membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Tetapi umumnya menggunakan sarana gelas, tabung, tanduk hewan yang prosesnya di awali dengan melakukan pengekopan (membuat tekanan negatif) pada alat tersebut, sehingga menimbulkan bendungan lokal dipermukaan kulit. Pengekopan tersebut bertujuan agar sirkulasi energi Qi dan Xue meningkat meningkat, menimbulkan efek analgetik, mencegah pembengkakan, mengusir patogen angin dingin maupun angin lembab, mengeluarkan racun, serta oxidant dalam tubuh.[1]
Dengan dikeluarkannya darah yang tak bermanfaat tersebut, tubuh akan bereaksi. Organ-organ pembentuk sel-sel darah akan bekerja keras membentuk sel-sel darah baru yang berkualitas baik. Berbekam secara rutin akan membuat tubuh menjadi sehat.[2]
Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan).[3]
Di dalam buku Buku pintar sehat islami dikatakan bahwa bekam memberi manfaat, terutama bagi pengobatan penyakit-penyakit akibat bergejolaknya darah (ghlolabatid dam), yaitu obat bagi penyakit pada darah, saluran darah, jantung, paru, hati, limpa, dan ginjal. Jadi, memang tidak semua penyakit bisa di obati dengan bekam. Penyakit yang bisa diobati dengan bekam antara lain lemah jantung, penyakit jantung koroner, pengentalan darah, aterosklerosis, tekanan darah tinggi, alergi, anemia, stroke, kerusakan pembuluh darah lain, gangguan pada otak dan pensarafan, gangguan fungsi ginjal, hepatitis kronis B ataupun C, Vertigo, pembesaran limpa, penyakit paru, kencing manis, lupus eritematosus, multiple sclerosis, tumor, dan kanker. [4]
Agar memberikan hasil maksimal, perhatikanlah tiga aspek dalam prosesnya, yaitu kondisi pasien, kemampuan ahli bekam dan jenis penyakit. Berdasarkan penelitian,pijat refelksi atau akunpunktur yang dilakukan sebelum pembekaman sangat bagus untuk melancarkan aliran darah atau chi pada daerah yang akan dibekam. Oleh karena itu, praktisi bekam juga harus mempelajari patofisiologi dan selalu mengikuti perkembangan kesehatan pasien.
Agar bekam dapat dipertanggungjawabkan, ada beberapa syarat- syarat secara medis yang harus ditaati:
1.  Pelaku hijamah(bekam) harus mengetahui seluk-beluk hijamah dan harus terus belajar karena metode pengobatan ini selalu berkembang. Rasulullah Saw melarang orang yang tidak menguasai cara pengobatan untuk mengobati pasien.
2.   Sebagaimana disyaratkan oleh Rasulullah Saw, pelaku hijamah harus menjaga diri dari segala perbuatan tercela dan senatiasa meminta pertolongan Allah Swt karena Dialah yang menyembuhkan, sedangkan mereka hanyalah perantara.
3.      Alat yang digunakan harus steril dan dijaga kestrelilannya.
4.      Sebelum pembekaman, bersihkan kulit desinfektan terlebih dulu.
5.      Menjaga aurat pasien dan aurat diri sendiri. Pasien laki-laki dibekam oleh petugas laki-laki, demikian pula dengan pasein perempuan. Kecuali dalam keadaan terpaksa, pasein harus didampingi muhrimnya.
6.    Sisa pembekaman dibakar, lalu ditanam. Jangan dibuang sembarangan di tempat sampah.[5]
Selain itu juga, menurut dr. Abu Hana el-Firdan, ada beberapa kondisi pasien tertentu yang tidak diperkenankan untuk dibekam/ dihijamah:
1.    Hindari membekam pasien yang fisiknya sangat lemah, sedang mengalami kelelahan berat, sedang mengalami kelelahan berat dan yang memiliki tekanan darah 80 mmHg. Hal ini bisa menyebabkan pasien syok/pingsan. Demikian juga dengan pasien yang sudah jompo dan lemah fisiknya serta anak-anak yang tubuhnya lemah/ dibawah 3 tahun.
2.  Hindari menghijamah wanita hamil pada usia kehamilan 3 bulan pertama. Jangan menghijamah wanita yang sedang haidh dan nifas, karena pada kondisi tersebut wanita sdang banyak mengeluarkan darah alami sehingga dikhawatirkan terjadi pendarahan. Jangan melakukan bekam tepat di atas perut wanita hamil.
3.   Tidak dianjurkan membekam pasien yang dalam kondisi perut kekenyangan, kehausan, kelaparan, kelelahan, setelah beraktivitas berat, tubuh lemah dan tubuh deman (kedinginan).
4.    Jangan melakukan bekam langsung setelah makan (bekam dapat dilakukan minimal dua jam setelah makan). Setelah bekam juga jangan langsung makan melainkan hanya minum yang manis-manis semisal madu atau selainnya.
5.   Jangan melakukan bekam langsung setelah mandi, terutama setelah mandi dengan air dingin. Tidak dianjurkan langsung mandi setelah bekam, melainkan setelah dua jam, kalaupun mandi diajurkan mandi dengan air hangat.
6.      Hindari melakukan bekam pada pasien leukimia (kanker darah), hepatitis yang parah, TBC aktif, hemofilia, malignant anemia, trombositopenia, penderita kelainan klep jantung atau menggunakan alat pacu jantung serta penyakit parar lainnya, kecuali oleh bekam yang berpengalaman dan dibawah pengawasan dokter.
7.      Tidak dianjurkan melakukan bekam pada penderita diabetes dengan kadar gula darah di atas 250mg/dl. Kecuali oleh pembekam yang ahli dan berpengalaman.
8.      Jangan membekam pasien yang baru memberikan donor darah atau orang yang baru kecelakaan sehingga darahnya berkurang.
9.      Hindari membekam pasien yang menderita penyakit kulit merata atau menderita alergi kulit yang parah seperti ulserasi (luka koreng basah/bernanah) dan edema.
10.  Hindari membekam pasein yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah (seperti heparin). Bekam bisa dilakukan setelah 48 sebelumnya, setelah pasien menghentikan terlebih dahulu obat-obat tersebut.
11.  Jangan membekam langsung pada daerah yang luka, urat sendi yang robek, patah tulang, tumor serta verises, bekam pada kasus varises dilakukan beberapa cm disekitar pembuluh darah yang rusak.
12.  Jangan membekam daerah perut terlau keras. Bagian perut sangat lemah karena lapisan ototnya sangat tipis.
13.  Hindari melakukakan bekam pada bagian luban alamiah tubuh (mata, hidung, telinga, mulut, kemaluan, anus dan puting susu) daerah sistem nodus limfa/ kelenjar getah bening (bawah ketiak, selangkang, leher bagian samping, dan lain-lain), tepat di atas pembuluh darah yang besar.[6]


Ø   Buku rujukan:
ü  Mohammad Ali Toha Assegaf. 365 tips sehat ala rasulullah. PT Mizan Publika: Jakarta Selatan. 2013.
ü  Mohammad Ali Toha Assegaf. Buku pintar sehat islami. Mizania: Bandung, 2011.
ü  Ibnu Qayyim. Rahasia pengobatan nabi Saw mudah amalannya, dasyat khasiatnya. Mitrapress: ...2013




[1] Ibnu Qayyim, Rahasia pengobatan nabi Saw mudah amalannya, dasyat khasiatnya, (Mitrapress: ...2013). hal.46
[2] Mohammad Ali Toha Assegaf, 365 tips sehat ala rasulullah, (PT Mizan Publika: Jakarta Selatan, 2013) cet.1 Hal.162
[3] Ibnu Qayyim, Rahasia pengobatan nabi...op.cit, hal.47
 [4] Mohammad Ali Toha Assegaf, Buku pintar sehat islami, (Mizania: Bandung, 2011) cet.1 hal.10-11
          [5]Ibid. Hal.11-12
          6]Ibnu Qayyim, rahasia pengobatan........Op.cit. hal.47-49